billfath.ac.id
  • 03 Apr 2019 11:00

Rasulullah memiliki berbagai pengalaman spiritual yang sangat berharga dan bersejarah dalam perjalanannya menjadi seorang utusan-Nya. Salah satunya adalah perjalanan beliau membelah malam dengan melewati masjid al-Aqsha di Palestina dan Sidratul Muntaha untuk memenuhi undangan dan perintah Allah SWT. Peristiwa ini biasa kita sebut dengan Isra Mi’raj. Ada kisah dan hikmah Isra Miraj Rasulullah SAW.

Ibnu Hisyam, seorang sejarawan Islam terkenal mencantumkan sebuah pembahasan khusus dalam sirahnya yang menceritakan bagaimana Isra’ dan Mi’raj terjadi pada saat itu. Selain itu kita bisa membacanya di beberapa hadis sahih yang dimuat dalam kitab-kitab hadis yang diakui, seperti Sahih Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi dan beberapa kitab hadis yang lain. Serta beberapa kitab yang khusus mengisahkan perjalan Isra’ dan Mi’raj nabi seperti karya Syeikh Najmudin al-Ghaiti yang berjudul Dardir Mi’raj.

Menurut Ibnu Hisyam, ada beberapa pendapat terkait waktu nabi melakukan Isra’ dan Mi’raj. Di antaranya adalah 27 rajab, 27 Rabiul Akhir, 27 Rabiul awal, Dzulqa’dah bahkan muharram. Di antara pendapat-pendapat tersebut tidak ada yang paling diunggulkan walaupun kita sebagai masyarakat Indonesia sering memperingatinya setiap tanggal 27 rajab.

Oleh karena itu, Universitas Billfath sebagai salah satu universitas yang dijiwai nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan tidak lupa ikut serta dalam memperingati salah satu pengalaman spiritual Rasulullah SAW, lewat salah satu program studinya yaitu Pendidikan Kimia melalui organisasi kemahasiswaannya yaitu HIMADIKA H2O. Semoga kita sebagai umatnya dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.